Sabtu, 11 Oktober 2014

PERTANYAAN TENTANG KUBAH


Kubah Masjid Lubuk Linggau Sinarsuryaabadi

Pertanyaan 1. 

Kenapa atap masjid berbentuk kubah? 
Apa ada peraturan tertentu? Design kubah yang umum dimanfaatkan masjid seperti apa dan seandainya kemungkinan dan berapa macam (variasi) kubah masjid tersebut?

Jawab : 

Ajaran islam tak mengambil dengan cara serta-merta rutinitas budaya fisik, dengan kata lain agama ini tak sempat mengajarkan dengan cara kongkrit tata wujudarsitektur/lingkungan binaan mesti seperti ini atau seperti itu. Pilihan pilihan fisik lebih diserahkan kelak terhadap akal budi manusia itu sendiri, buat membuahkan yang paling baik,paling optimal,paling efektif,paling berguna.

Dalam konteks arsitektur/lingkungan binaan, justru disitulah segi spiritualnya, yang menjadikannya bisa bertemu dan berdialog dengan beraneka lokalitas disemua ruangan dan era.  

Kepada perkembangan awal,masjid tak memanfaatkan wujud kubah yang merupakan ciri atau symbol seperti yang sudah difahami oleh sebagian agung penduduk umum kini. Masjid nabi di Madinah kala lalu dibangun kepada awal pun sama sekali tidak ada unsur kubah.
Atap Kubah awalnya diduga berasal dari bangunan Bizantium dan Persia, yaitu kategori atap berbentuk bulat atau setengah bulatan yang berfunsi buat menutup banguanbasic berbentuk sisi empat, bundar atau bersegi tidak sedikitDiwaktu Islam tersebar & berinteraksi dengn budaya & peradaban lain,tampaknya islam tak segan-segan utkmembawa pilihan-pilihan wujud yg telah ada, termasuk juga teknik & kiat membangun yg benar-benar telah dipunyai warga setempat. 
Pengambilan wujud kubah awalnya diambil semata-mata dari tuntutan fungsional adalah adanya kemauan buat mencetak struktur bentang lebar terhadap area masjid.
Tapi sebab wujud ini nyata-nyatanya tidak sedikit diperlukan terhadap bangunan masjid dikemudian hrisehingga perkembangan seterusnya tampaknya ada dipersepsiyang merupakan ciri & symbol masjid oleh penduduk termasuk juga di Indonesia.
Padahal masjid di Indonesia sampai kini hamper 5 abad tak sempat memakai unsur kubah yang merupakan atapnya. Atap kubah, baru masuk ke Indonesia akhir abad ke 19, bahkan di Jawa atap kubah terhadap masjid ini, baru difungsikan terhadap pertengahan abad ke 20. 
Di Masjid-masjid seluruhnya dunia wujud kubah telah amat sangat beraneka ragam terutama tentang proporsi.

Perbedaan ini diantaranya dikarenakan regionalitas (Arahan). Utk menyebur variasi mesti dikasih batasan hingga wilayah mana. Dengan Cara umum, kubah-kubah ini paling tidak sedikit digunakan diwilayah Iran & Asia Tengah,Anatolia (Turki & sekitarnya) dgn kubah yg agung & tidak sedikitdulu pun di India. 
Sementara di tanah Arab sendiri, wilayah Afrika & eropa termasuk juga asia relative amat jarang menggunakannya kecuali kepada masjid-masjid yg baru. 


Pertanyaan 2. 

Dengan Cara Apa gambaran interior satu buah Masjid, Ruang-ruang apa saja yg ada didalamnya, tatanan ruangnya, juga dekorasinya yg diperbolehkan dalam masjid yg seperti apa. 

Jawab : 
Utk Masjid ini Interiornya mampu dijelaskan dari unsur-unsur yg biasa ada didalam suatu ruangan/bangunan masjid. Mungkin Saja kita sanggup membedakan jadi dua,adalah unsur yg sifatnya “generic” & penambahanYg “generic” ini maksudnya unsur atau factor yg senantiasa ada dimasjid dimanapun lantaran memang lah ada tuntutan syar’ inya. Sementara yg penambahan yakni yg tak senantiasa ada & tergantung kepada keadaan atau rutinitas diwilayahnya masing-masing. 
Yg senantiasa & harus ada itu menurut aku yaitu lokasi sholat itu sendiri, dinding kiblat & mimbar. Area sholat telah pasti harus ada dimanapun sebab masjid yaknitempat/runag utk sholat. Dindingkiblat ini serta teramat utama utk berikan arah/ orientasi sholat supaya menghadap kiblat. Rosululla SAW senantiasa berikan batas sujudkala beliu sholat dirunag terbuka. Ini menandai arah kiblat & sekaligus batas sujud. Sementara mimbar (sekaligus lokasi duduknya dgn 3 buah anak tangga), sudah sekian banyak diungkap dalam hadist bahwa mimbarnya terbuat dai kayu terhadap dikala itu. Ada kisah yg menarik adalah waktu mibar kayu yg biasa dipaki dirinya SAW buatberkhutbah ini hendak ditukar, kata ia SAW bahwa dia (sang mimbar) menangis, & diceritakan aspek ini terhadap para sahabatnya. 
Apabila mengikuti rekontruksi masjid Nabi, sebenarnya tidak hanya tempat sholat ada lagi tempat/ruang yg dinamakan juga sebagai Suffa, area ini biasa difungsikan buatberteduh, menggali ilmu mengajar (ruang Rasulullah SAW memberikan pengajaran), & bahkan disebutkan serta utk tidur & berkumpul para orang miskin.

Ini bias dimengerti sebab masjid Nabi SAW benar-benar tak gunakan atap, kecuali di daerah Suffa ini, ialah ruang bersama penutup atap yg populer dari pelepah daun kurma 
Yg yang lainaku kira seluruhnya yakni penambahan lantaran adanya kebutuhan-kebutuhan baru atau rutinitas warga setempat, seperti menara,maqsuro,dikka,kolam wudhu,air mancur,pendopo dll. Husus utk Mihrab di mana terdapat lumayan tidak sedikit artikelperdebatan menyangkut aspek ini.  

Aku lebih condong memasukkan yangmerupakan tempat penambahan serta,walau hamper seluruh masjid waktu ini memanfaatkan mihrab bahkan jadi area terpenting.
Dikarenakan orisinilnya, mihrab tak adaterhadap masjid Nabi SAW, & tak(beklum) aku dapatkan hadist Rasulullah SAWmenceritakan soal mihrab ini.

Cuma terhadap tempat ini jadi ada & bahkan jadi sektorpaling mutlak didalam interior masjid. 
Satu lagi buat dekorasi, sebaiknya tak berlebihan yg justru bias mengganggukekhusyukan sholat itu sendiri. Ada pernyataan yg menentang keras upaya menghiasi lokasidalam masjid, tetapi tak sedikit dari warga yg menghiasnya bersama berlebihan. Nah jika aku condong membawa pilihan tengah diantara keduanya. Wallahualam.




untuk informasi lebih lanjut mengenai dan pemesanan kubahmasjid anda bisa menghubungi kami di nomor. 0822 6430 8124 atau bisa lihat di website https://kubah-surya.com